TUGAS EKONOMI SUMBER DAYA HUTAN
(POTENSI EKONOMI POHON AREN)
Dosen Penanggungjawab :
Dr. Agus Purwoko, S.Hut., M.Si
Oleh
:
Defri Gultom
171201167
HUT 4A
PROGRAM STUDI KEHUTANAN
FAKULTAS KEHUTANAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
2019
I. Morfologi dan Kalsifikasi
Aren
Klasifikasi
Aren (Arenga pinnata)
|
Kingdom:
|
|
|
Divisi:
|
|
|
Kelas:
|
|
|
Ordo:
|
|
|
Famili:
|
|
|
Genus:
|
|
|
Spesies:
|
A.
pinnata
|
Morfologi
Aren ( Arenga pinnata)
Pohon
aren atau enau ( Arenga pinnata) merupakan tumbuhan yang menghasilkan
bahan-bahan industri sejak lama kita kenal. Namun sayang tumbuhan ini kurang
mendapat perhatian untuk dikembangkan atau dibudidayakan secara sungguh-sungguh
oleh berbagai pihak. Begitu banyak ragam produk yang
dipasarkan setiap hari yang berasal dari bahan baku pohon aren dan
permintaan produk-produk tersebut baik untuk kebutuhan ekspor maupun kebutuhan
dalam negeri semakin meningkat. Hampir semua bagian pohon aren bermanfaat dan
dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari bagian fisik (akar,
batang, daun, ijuk dll) maupun hasil produksinya (nira, pati/tepung dan buah).
Selama ini permintaan produk-produk yang bahan bakunya dari pohon aren masih dipenuhi
dengan mengandalkan pohon aren yang tumbuh liar.
Aren
merupakan jenis tanaman tahunan, berukuran besar, berbentuk pohon soliter
tinggi hingga 12 m, diameter setinggi dada (DBH) hingga 60 cm . Pohon aren
dapat tumbuh mencapai tinggi dengan diameter batang sampai 65 cm dan tinggi 15
m bahkan mencapai 20 m dengan tajuk daun yang menjulang di atas batang . Waktu
pohon masih muda batang aren belum kelihatan karenatertutup oleh pangkal
pelepah daun, ketika daun paling bawahnya sudah gugur, batangnya mulai
kelihatan. Permukaan batang ditutupi oleh serat ijuk berwarna hitam yang
berasal dari dasar tangkai daun. Daun: pinnate, hingga 8 m
panjang, anak daun divaricate, panjangnya 1 m atau lebih, jumlahnya 100 atau
lebih pada masing-masing sisi, dasar daun 2 auriculate, ujung daun
lobes, dan kadang-kadang bergerigi, permukaan atas hijau berdaging,
bagian bawah putih dan bertepung . Pohon aren mempunyai tajuk (kumpulan daun)
yang rimbun. Daun aren muda selalu berdiri tegak di pucuk batang, daun muda
yang masih tergulung lunak seperti kertas. Pelepah daun melebar di bagian
pangkal dan menyempit ke arah pucuk. Susunan anak daun pada pelepah seperti
duri-duri sirip ikan, sehingga daun aren disebut bersirip. Oleh karena pada
ujungnya tidak berpasangan lagi daun aren disebut bersirip ganjil. Pada bagian
pangkal pelepah daun diselimuti oleh ijuk yang berwarna hitam kelam dan
dibagian atasnya berkumpul suatu massa yang mirip kapas yang berwarna cokelat,
sangat halus dan mudah terbakar. Massa yang menempel pada pangkal pelepah daun
aren tersebut dikenal dengan nama kawul (Jawa barat), baruk (Tana Toraja) dan
beru (Bugis) . Bunga aren jantan dan betina berpisah, besar, tangkai
perbungaan muncul dari batang, panjangnya 1-1,5 m masingmasing pada rachille.
Bunga aren berbentuk tandan dengan malai bunga yang menggantung. Bunga tersebut
tumbuh pada ketiak-ketiak pelepah atau ruas-ruas batang bekas tempat tumbuh
pelepah.
Proses
pembentukan bunga mulamula muncul dari pucuk, kemudian disusul oleh tunas-tunas
berikutnya ke arah bawah pohon. Dalam hal ini bunga aren tumbuh secara
basiferal, yaitu bunga yang paling awal terletak di ujung batang, sedangkan
bunga yang tumbuh belakangan terletak pada tunas berikutnya ke arah bawah.
Tandan bunga yang ada di bagian atas terdiri dari bunga betina. Sedangkan yang
di bagian bawah, biasanya terdiri dari bunga jantan. Jadi pada satu pohon aren
terdapat bunga jantan dan bunga betina, hanya saja berada pada tandan yang
berbeda. Karena letaknya ini, maka bunga aren termasuk kelompok monosius uniseksual.
Bunga jantan berwarna keunguan atau kecoklatan, berbentuk bulat telur
memanjang, berdaun bunga tiga, serta berkelopak 3 helai. Sedangkan bunga betina
berwarna hijau, memiliki mahkota bunga segi tiga yang beruas-ruas, bakal
bijinya bersel tiga, dan berputik tiga. Buah aren terbentuk dari penyerbukan
bunga jantan pada bunga betina. Penyerbukan aren diduga tidak dilakukan oleh
angin tetapi oleh serangga. Apabila proses penyerbukan berjalan baik maka akan
dihasilkan buah yang lebat. Buah aren tumbuh bergelantungan pada tandan yang
bercabang dengan panjang sekitar 90 cm. Untuk pohon aren yang pertumbuhannya
baik, bisa terdapat 4-5 tandan buah. Buah aren termasuk buah buni, bentuknya
bulat, ujung tertoreh, 4x5 cm, sesil dan terdapat 3 bractea yang tebal,
II. MANFAAT
AREN (Arenga pinnata) SECARA EKONOMI
1.
Pembuatan gula aren
Siapa
yang tidak kenal dengan jenis gula yang satu ini? Ya, gula aren merupakan salah
satu produk olahan dari tanaman aren, yang diperlohe dari sadapan pohon aren
yang dinamakan nira. Dari nira inilah kemudain dilah menjadi bentuk gula yang
keras dan padat serta manis. Inilah yang kemudian sering kita kenal dengan
istilah gula aren. Gula aren sendiri biasanya sering dimanfaatkan sebagai bahan
campuran dalam pembuatan masakan ataupun minuman khas dari suatu daerah.
2.
Sebagai minuman fermentasi
Nira
yang tidak diolah menjadi gula aren dapat dimanfaatkan sebagai salah satu jenis
minuman fermentasi dengan rasa yang manis dan menyegarkan. Biasanya nira hasil
dari pohon aren ini dijual dengan menggunakan pikulan yang terbuat dari bambu.
Sayang sekali, penjualan air nira pada tabung pikulan bambu saat ini sudah sangat
jarang ditemui.
3. Bahan
pembuatan tuak
Selain
dimanfaatkan sebagai minuman, manfaat pohon aren yang menghasilkan nira juga
merupakan salah satu bahan baku pembuatan minuman beralkohol khas tanah, batak
yang sering kita kenal dengan nama tuak. Nira difermentasikan dan juga
ditambahkan berbagai macam bahan lainnya, dan kemudian pada akhirnya akan
menjadi minuman tradisional dari tanah batak bernama tuak.
4.
Pembuatan cuka aren
Nira
juga dapat dimanfaatkan sebagai salah satu bahan utama pembuatan cuka aren.
Namun begitu, cuka aren saat ini popularitasnya sudah kalah jauh oleh cuka
dapur yang dibuat oleh pabrik yang lebih modern.
5. Bahan
campuran pengembang roti
Ternyata,
nira juga dapat dimanfaatkan sebagai salah satu bahan pengembang pada pembuatan
roti. Dengan menggunakan campuran nira sebagai bahan pengembang roti, roti yang
dibuat akan mengembang dengan baik dan sempurna.
6.
Kolang kaling
Kolang
kaling merupakan salah satu bahan makanan yang sering kita temuli pada minuman
es campur atau pun dalam makanan kolak pisang. Biasanya kolang kaling akan
banyak dijual di pasar, terutama selama hari puasa dan bulan ramadhan. Tahukah
anda, bahwa manfaat pohon aren ini yang menghasilkan kolang kaling. Kolang
kaling merupakan biji dari buah aren, yang telah diolah sedemikian
rupa menjadi kolang kaling yang kita kenal saat ini.
7.
Sebagai atap rumah
Manfaat
lainnya dari pohon aren yang bisa diperoleh adalah dari daunnya. Daun pohon
aren sering dimanfaatkan oleh warga desa kecil untuk membangun rumah. Dalam hal
ini, daun dari pohon aren bermanfaat untuk menjadi atap rumah, yang dapat
melindungi mereka dari panas dan hujan pada tempat tinggal mereka.
8.
Pembuatan sapu ijuk
Manfaat pohon
aren bagian daunnya dapat dimanfaatkan juga sebagai pembuatan sapu ijuk. Sapu ijuk
merupakan jenis sapu yang biasa kita temui untuk menyapu rumah dan membersihkan
lantai. Sapu ijuk juga memilki kualitas yang sama baiknya dengan sapu yang
dibuat dengan menggunakan sabut kelapa.
9.
Sebagai pembungkus
Dalam
kehidupan masyarakat tradisional, dan juga biasanya dalam transaksi jual beli
di pasar tradisional, daun aren juga sering dimanfaatkan sebagai salah satu
pembungkus makanan ataupun pembungkus belanjaan. Hal ini dapat menggantikan
peran dari daun pisang ataupun dari daun jati yang serng juga digunakan sebagai
salah satu pembungkus.
10.
Pembuatan sapu lidi
Sama
seperti daun kelapa, daun dari pohon aren juga dapat dimanfaatkan untuk diambil
lidinya. Lidi ini kemudian dapat disatukan dan juga digabungkan menjadi sapu
lidi. Sapu lidi ini memiliki banyak kegunaan, diantaranya adalah dapat
dimanfaatkan untuk menyapu pekarangan rumah.
11.
Pembuatan tali ijuk
Selain
sebagai sapu ijuk, daun aren juga dapat dimanfaatkan dalam pembuatan tali ijuk.
Tali ijuk ini dapat digunakan untuk mengikat dengan kuat bambu dan konstruksi
rumah lainnya. Seain itu, tali ijuk ini juga sering dimanfaatkan untuk mengikat
sesuatu yang berada di dalam laut
12.
Pembuatan senar pancing dari pelepah
Manfaat
pohon aren pada bagian pelepahnya juga dapat diolah. Salah satu olahan dari
pelepah aren adalah pembuatan senar pada alat pancingan. Tentu saja bagi anda
yang hobi memancing mungkin sudah mengetahui hal ini.
13.
Sebagai pembuatan papan
Batang
dari pohon aren juga dapat dimanfaatkan kayunya. Biasanya, kayu dari batang pohon
aren ini dimanfaatkan untuk menjadi papan. Papan kayu ini bisa dimanfaatkan
untuk berbagai macam keperluan, bisa menjadi papan sekat lemari ataupun bisa
juga digunakan untk membuat papan tulis.
14.
Dibuat menjadi tongkat
Selain
menjadi bentuk papan, kayu dari batang pohon aren ini juga sangat baik dan
sering dimanfaatkan untuk pembuatan tongkat ataupun pembuatan alat bantu
berjalan.
15.
Sebagai bahan anyaman
Akar
dari manfaat pohon aren juga sering digunakan untuk pembuatan anyaman.
Anyaman ini dapat menjadi bentuk-bentuk kerajinan tangan, seperti tas ataupun
gelang sehingga dapat memberikan nilai jual yang tinggi.
16.
Digunakan untuk membuat cambuk
Selain
dijadikan anyaman, akar dari pohon aren juga sering digunakan untuk pembuatan
cambuk. Dengan konturnya yang tidak aku, namun juga kuat, maka akar dari
tanaman aren ini sering diolah menjadi cambuk.



Komentar
Posting Komentar